Arrow left Sebelumnya
Apa itu
Artikel 13 dari 13

Apa itu Pencerahan?

Pencerahan berarti menjadi seorang Buddha – puncak dari perkembangan dan daya manusia – dan ini merupakan tujuan akhir dalam ajaran Buddha. Setiap makhluk di muka bumi ini punya daya untuk mencapai pencerahan.

Saat ini kita bukan Buddha – alih-alih, kita mengalami kehidupan yang sarat akan masalah dan naik turun yang tiada henti. Kita terpaku seperti ini karena cita kita dengan sendirinya membayangkan hal-hal tak masuk akal ke segala hal dan kita betul-betul meyakini itu sebagai kenyataan. Kita bertindak dengan cara yang kita sangka akan mendatangkan kebahagiaan, tetapi pada akhirnya berujung pada penderitaan.

[Lihat: Apa Itu Budi Pekerti?]

Biasanya, kita melakukan apa yang kita mau tanpa pikir panjang soal akibatnya pada orang lain, karena kita merasa bahwa kita lah pusat semesta, yang satu-satunya. Cara pikir seperti ini tidak sesuai dengan kenyataan: ia merupakan pikiran yang mementingkan diri sendiri dan mendatangkan ketakbahagiaan bagi diri kita dan orang lain. Untuk menjadi tercerahkan, pertama-tama kita mesti mulai:

  • Memahami akibat-akibat dari perilaku kita terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga kita menahan diri dari tindakan merusak dan
  • Menyadari seperti apa sesungguhnya segala sesuatu itu mengada, sehingga kita tidak lagi membiarkan pembayangan kita menipu kita.

Ketika kita berhenti meyakini pembayangan yang direka oleh cita kita, kita juga menghentikan bangkitnya perasaan-perasaan gelisah seperti amarah, rasa benci, keserakahan dan rasa iri atas dasar kebingungan itu. Kita tidak akan pernah lagi bertindak secara gandrung atas dasar perasaan negatif kita. Semua ini membutuhkan:

  • Sila, dengan kekuatan untuk menahan diri dari perilaku tidak bijak,
  • Daya pemusatan, untuk menghindari gangguan atau ketumpulan cita,
  • Kebijaksanaan, untuk membedakan hal yang berguna dari yang berbuah celaka, dan hal yang benar dari yang salah, dan
  • Keseimbangan perasaan, dari membudidayakan sifat-sifat seperti kasih dan welas asih.

Sekali pun kita memperoleh kedamaian cita dari hal ini, itu belumlah cukup: kita masih tidak mampu melihat kesaling-tergantungan dan kesaling-terhubungan segala hal dan setiap insan. Oleh karenanya, kita tidak pernah bisa yakin dengan pasti apa cara terbaik untuk menolong sesama.

Untuk ini, kita mesti menjadi Buddha yang tercerahkan sepenuhnya, di mana cita kita tidak membayangkan apa pun sama sekali. Dengan jelas kita lihat kesaling-tergantungan dari segala keberadaan sehingga kita tahu dengan pasti cara menolong sesama. Raga kita punya tenaga tak terbatas, kita mampu berhubungan dengan setiap insan, dan cita kita memahami segalanya. Kasih, welas asih, dan kepedulian setara kita untuk setiap makhluk begitu kuatnya, seolah-olah mereka semua anak kita sendiri. [Lihat: Apa Itu Iba?] Kita berupaya untuk memberi manfaat bagi orang lain tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Ketika kita tercerahkan, mustahil kita kehilangan kesabaran atau menjadi marah, bergantung pada orang lain atau mengabaikan mereka karena kita merasa terlalu sibuk atau lelah.

Sebagai seorang Buddha, kita juga mahatahu, tetapi tidak mahakuasa. Kita tidak dapat melenyapkan duka orang lain, tetapi kita dapat menunjukkan caranya dengan mengajar mereka dan menjadi panutannya. Untuk menapaki jalan menuju pencerahan, kita mesti:

  • Membina daya positif yang besar jumlahnya: memberi manfaat bagi sesama sebaik mungkin tanpa sikap mementingkan diri sendiri
  • Berupaya memahami kenyataan: berhenti membayangkan hal tak masuk akal ke seisi dunia ini.

Kita semua memiliki bahan bakunya – raga jasmani kita ini dan kecerdasan manusia dasar – untuk membina sebab-sebab memperoleh pencerahan. Seperti langit, cita dan hati kita pada dasarnya tidak tercemar oleh kekacauan perasaan dan pikiran-pikiran gelisah. Kita tinggal mengembangkannya saja sehingga semua itu dapat mencapai daya terpenuhnya.

Pencerahan barangkali tampak seperti tujuan yang hampir-hampir mustahil dijangkau, dan amat sulit dicapai – tapi memang tak ada yang bilang pencerahan itu mudah! Namun, memantapkan langkah menuju ke sana memberi makna yang luar biasa pada hidup kita. Dengan memahami kesaling-terhubungan kita dengan setiap insan, kita melindungi diri sendiri dari ketertekanan dan kecemasan. Hidup kita jadi penuh saat kita menempuh petualangan terdahsyat yang pernah ada: memperoleh pencerahan demi membawa manfaat bagi semua.

Video: Khandro Rinpoche – Pencerahan: Apa Harganya?
Untuk menyalakan subtitle, klik ikon Subtitel di sudut kanan bawah layar video. Untuk mengubah bahasa subtitel, klik ikon “Setelan”, lalu klik “Subtitel” dan pilih bahasa yang Anda inginkan.
Top